Beri Peluang Maksiat, Kyai Dan Ulama Tolak Rencana KPU Sampang Hadirkan OM. Monata Jelang Pilkada*


 SAMPANG | – Menanggapi rencana digelarnya acara musik dangdut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang yang akan dimeriahkan oleh OM. Monata pada Senin, 10 Juni 2024 di Alun-alun Trunojoyo Sampang, Ahad 9 Juni 2024.


Sehubungan dengan hal tersebut Aliansi Ulama Madura (AUMA) yang terdiri dari para Habaib, Ulama, dan Tokoh Madura mengeluarkan pernyataan resmi. 


Dalam pernyataannya, AUMA mengingatkan dan menghimbau masyarakat serta pihak penyelenggara dengan poin-poin sebagai berikut:


1. Pelanggaran Norma Agama dan Budaya:

   Acara soft launching tersebut dinilai menyalahi norma agama, kearifan lokal, dan mencederai nilai-nilai budaya Kabupaten Sampang yang dikenal sebagai kota Santri. AUMA menekankan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang telah menjadi identitas masyarakat Sampang.


2. Mengupayakan Situasi Kondusif:

   KPU Kabupaten Sampang sebagai penyelenggara Pemilihan Bupati (Pilbup) diharapkan dapat mewujudkan situasi yang sejuk, aman, dan kondusif di tengah mulai memanasnya situasi politik di Kabupaten Sampang. 

AUMA menyarankan agar KPU menggelar acara istighatsah dan doa bersama sebagai alternatif untuk menciptakan pemilu yang damai dan penuh berkah.


3. Menghindari Kemaksiatan dan Kemungkaran:

   AUMA mengingatkan agar tidak mengadakan acara yang memberi peluang bagi hamba-hamba ALLOH untuk melakukan kemaksiatan dan kemungkaran. Menurut AUMA, perbuatan tersebut dapat mendatangkan murka ALLOH sebagaimana yang dijelaskan dalam petunjuk Qs. al-Isra': 16: "Dan jika ALLOH hendak membinasakan suatu Negeri, Maka ALLOH perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (agar taat kepada ALLOH), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah pasti berlaku terhadap negeri itu ketentuan (adzab) ALLOH, kemudian ALLOH hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya".


Dengan pernyataan ini, Aliansi Ulama Madura berharap agar semua pihak dapat merenungkan kembali keputusan untuk menggelar acara musik dangdut tersebut dan mempertimbangkan alternatif yang lebih sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal. AUMA menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kedamaian di tengah masyarakat, terutama menjelang pemilu.


Fahri

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama