JATMIKO Kembali Gelar Aksi di KPK, Desak Pengusutan Dugaan Penyimpangan Pengadaan Alat Kesehatan
Jakarta, 31 Juli 2026 – Jaringan Aktivis Transformatif Miskin Kota (JATMIKO) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Aksi ini merupakan kali kedua yang dilakukan organisasi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada KPK.
Dalam aksi tersebut, JATMIKO mendesak KPK untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan Alat Kesehatan Antropometri Kit Tahun Anggaran 2023 di Kementerian Kesehatan RI yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp488 miliar.
Dalam orasinya, JATMIKO menyampaikan dugaan adanya praktik markup harga, penggelembungan biaya pengiriman, serta dugaan persekongkolan dalam proses pengadaan barang yang menurut mereka berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari aspirasi dan tuntutan yang disampaikan JATMIKO dalam aksi unjuk rasa.
Koordinator Lapangan (Korlap) JATMIKO, Alim, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap dugaan penyimpangan penggunaan anggaran negara.
«"Kami turun yang ke dua kalinya di depan Komisi Pemberantasan Korupsi guna mendesak KPK untuk menunjukkan taringnya. Panggil dan periksa saudara Sabam Sinaga Anggota DPR RI Fraksi Demokrat," ujar Alim.»
Dalam aksi tersebut, JATMIKO juga menyampaikan tuntutan agar KPK memeriksa Sabam Sinaga, yang dalam dokumen tuntutan aksi disebut sebagai Direksi PT Diatavatama Karya Makmur. JATMIKO meminta agar yang bersangkutan beserta pihak-pihak lain yang menurut mereka berkaitan dengan proses pengadaan turut dimintai keterangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pernyataan tersebut merupakan tuntutan dan pendapat JATMIKO dalam aksi demonstrasi serta belum merupakan fakta hukum yang telah dibuktikan atau diputus oleh pengadilan.
Selain itu, JATMIKO juga meminta KPK memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan yang dinilai berkaitan dengan proses pengadaan, yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Zulvia Dwi Kurnaini, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Niken Wastu Panupi, serta PPK E-Purchasing Alat Kesehatan Apriansyah.
Anggota JATMIKO, Saprido, menegaskan organisasinya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat tindak lanjut dari aparat penegak hukum.
«"Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada langkah nyata dari KPK. Jangan sampai anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kesehatan masyarakat justru disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semua pihak yang diduga terlibat harus diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Saprido.»
Di akhir aksi, JATMIKO menyampaikan tiga tuntutan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu:
1. Memeriksa dan mengusut dugaan keterlibatan Sabam Sinaga, yang dalam tuntutan aksi disebut sebagai Direksi PT Diatavatama Karya Makmur, dalam proyek pengadaan Alat Kesehatan Antropometri Kit Tahun Anggaran 2023 di Kementerian Kesehatan RI.
2. Memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Zulvia Dwi Kurnaini, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Niken Wastu Panupi, serta PPK E-Purchasing Alat Kesehatan Apriansyah terkait dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan.
3. Mengusut tuntas dugaan markup pengadaan Alat Kesehatan Antropometri Kit Tahun Anggaran 2023 di Kementerian Kesehatan RI secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan atau tanggapan resmi dari Kementerian Kesehatan RI, Sabam Sinaga, PT Diatavatama Karya Makmur, maupun pihak-pihak lain yang disebut dalam tuntutan aksi. Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut apabila ingin memberikan tanggapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.
Bahri siregar
