BREAKING NEWS

 


Jalan Rabat Beton Dana Desa Rp244 Juta di Krampon Sampang Retak Meski Baru Dibangun


 SAMPANG – Pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari masyarakat setempat. Pasalnya, kondisi fisik jalan tersebut dilaporkan telah mengalami retak memanjang di sejumlah titik, sehingga memunculkan pertanyaan di tengah publik terkait kualitas pengerjaannya.


Jalan rabat beton tersebut diketahui memiliki panjang sekitar 250 meter dan lebar 2,5 meter, dengan nilai anggaran kurang lebih Rp244 juta dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Berdasarkan pantauan di lapangan, keretakan terlihat meskipun usia bangunan relatif masih baru.


Sejumlah warga menilai, kondisi tersebut berbeda dengan narasi positif yang sebelumnya disampaikan kepada publik melalui pemberitaan media daring. Mereka berharap adanya penjelasan teknis agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.


“Kalau hasilnya memang baik, tentu masyarakat akan menilai sendiri. Namun karena sudah terlihat retak di beberapa titik, wajar bila muncul pertanyaan dari warga,” ujar seorang warga Desa Krampon yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (01/01).


Warga lainnya menyampaikan pandangan bahwa kualitas fisik bangunan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan besaran anggaran yang digunakan. Menurut mereka, keretakan dini patut menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait pelaksanaan teknis di lapangan.


Pemerhati kebijakan publik Madura, Agus Sugito, menilai bahwa dalam pengelolaan Dana Desa, ruang klarifikasi dan evaluasi terbuka sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.


“Ketika muncul kritik berbasis temuan lapangan, akan lebih baik jika dijawab dengan penjelasan teknis dan keterbukaan data. Pendekatan komunikasi yang berimbang dapat membantu masyarakat memahami kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa keretakan pada bangunan baru bisa terjadi karena berbagai faktor teknis, sehingga diperlukan penjelasan resmi dan, bila perlu, pemeriksaan lebih lanjut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


Menurut Agus, keterbukaan dokumen perencanaan dan realisasi anggaran, termasuk RAB, dapat menjadi langkah positif untuk memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas.


Hingga berita ini disusun, Pemerintah Desa Krampon belum menyampaikan keterangan teknis resmi terkait penyebab keretakan jalan rabat beton tersebut. Masyarakat berharap adanya penjelasan serta evaluasi terbuka agar pembangunan desa ke depan dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.


(Fit)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image

Terkini