Lima Bulan Berlalu, Surat Permohonan Bantuan Masyarakat kepada PT MP LWI Sialang Taji Disebut Belum Mendapat Tanggapan
LABURA – Warga Dusun Kampung Selamat Cinta Dame, Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menyampaikan bahwa surat permohonan bantuan dana untuk pembelian batang kayu (cerucuk) guna mengantisipasi abrasi tanggul Sungai Kualuh hingga kini disebut belum memperoleh tindak lanjut dari pihak PT MP LWI (Ledong West Indonesia/Sinar Mas).
Menurut keterangan warga, surat permohonan tersebut telah disampaikan kepada pihak perusahaan sekitar lima bulan yang lalu. Bantuan itu diajukan untuk memperkuat tanggul sungai yang dikhawatirkan terus mengalami kikisan akibat derasnya arus Sungai Kualuh.
Warga menjelaskan bahwa pada 5 Maret 2026, surat permohonan tersebut diantarkan langsung ke pihak perusahaan dan diterima oleh krani yang mewakili Asisten Kepala (Askep) Krisna. Saat itu, menurut warga, Askep menyampaikan bahwa surat tersebut akan diteruskan kepada pimpinan perusahaan dan masyarakat diminta bersabar menunggu prosesnya.
Salah seorang warga mengaku heran karena, menurut pengalamannya, perusahaan biasanya cukup cepat merespons apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan tanggul sungai atau kondisi yang dinilai mendesak.
«"Biasanya kalau ada kendala di tanggul atau ancaman dari Sungai Kualuh, perusahaan cepat tanggap, apalagi kalau disampaikan langsung oleh masyarakat atau melalui kepala desa. Surat kami juga sudah diketahui kepala desa," ujar seorang warga.»
Pada 21 Juli 2026, perwakilan masyarakat, Leo Siahaan, kembali menghubungi Askep Krisna melalui WhatsApp untuk menanyakan perkembangan surat permohonan tersebut.
Menurut Leo, Askep memberikan jawaban sebagai berikut:
«"Siap bang, surat orang abang memang sudah saya sampaikan ke pihak pimpinan. Mungkin pimpinan sedang ada kesibukan untuk perencanaan tahun 2027, jadi masih belum ada tanggapan, Bang," ujar Askep sebagaimana disampaikan Leo.»
Masyarakat berharap adanya partisipasi dari pihak perusahaan mengingat kondisi tanggul Sungai Kualuh dinilai penting bagi kepentingan bersama. Warga menilai apabila tanggul mengalami kerusakan, aktivitas masyarakat maupun transportasi yang menunjang perekonomian dapat terdampak.
Selain itu, warga juga menyampaikan harapannya agar kehadiran perusahaan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, antara lain melalui peningkatan ekonomi, dukungan terhadap pembangunan dan kesejahteraan sosial, transfer keterampilan dan pengetahuan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan tantangan sosial.
Leo Siahaan menuturkan bahwa masyarakat sebelumnya telah melakukan upaya penanganan secara swadaya. Namun, karena keterbatasan anggaran, mereka kemudian mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
«"Kami sudah melakukan pengerjaan terlebih dahulu. Karena keterbatasan dana, kami kemudian menyampaikan surat permohonan kepada pihak perusahaan yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Apalagi ini menyangkut tanggul, kami berharap perusahaan dapat memberikan perhatian," ujar Leo.»
Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menantikan kepastian atas surat permohonan tersebut. Warga juga menyampaikan keyakinannya bahwa Askep telah berupaya menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan pihak pimpinan perusahaan.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan masyarakat dan hasil komunikasi yang disebut dilakukan dengan pihak Askep. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi dari pihak PT MP LWI (Ledong West Indonesia/Sinar Mas) apabila ingin memberikan penjelasan atau tanggapan terkait pemberitaan ini.
Leo
