Survei Akreditasi LARS-DHP Digelar, RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Bidik Predikat Paripurna
SAMPANG — RS Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang dijadwalkan menjalani survei akreditasi rumah sakit secara hybrid oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP).
Berdasarkan surat LARS-DHP Nomor: 118.SPem-AKRE.02.LARS-DHP.IX.2026 tertanggal 14 September 2026, survei akreditasi dilaksanakan melalui dua tahapan, yakni secara daring pada 21 September 2026 dan secara luring pada 23–24 September 2026 di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Jalan Rajawali Nomor 10, Kabupaten Sampang.
Dalam pelaksanaan survei tersebut, LARS-DHP menugaskan tiga surveior. Tim dipimpin dr. Ety Retno Setyowati, S.H., M.Kes., Sp.PK., M.A.R.S., M.H., C.M.C., C.H.C.M., FISQua sebagai ketua tim surveior. Selanjutnya, Dr. dr. Fauzan Adima, M.Kes., M.A.R.S., FISQua sebagai surveior manajemen dan Agustina Ekawati, S.Kep., Ns., M.Tr.Kep. sebagai surveior teknis.
Ketiga surveior tersebut memiliki bidang tugas masing-masing dalam menilai berbagai standar pelayanan dan tata kelola rumah sakit.
Pada hari kedua survei, Kamis, 24 September 2026, rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB dengan masukan surveior dan klarifikasi. Selanjutnya, surveior melakukan berbagai telaah dan penelusuran, di antaranya terkait Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP), Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS), Program Nasional (PROGNAS), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), serta telaah rekam medis.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kualifikasi staf dan sesi edukasi, pertemuan tim surveior, laporan surveior, hingga exit conference yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00–16.00 WIB.
Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Andy Andrian Hasan, SE., menegaskan bahwa proses akreditasi tidak semata-mata dipandang sebagai pemeriksaan kelengkapan administrasi atau dokumen rumah sakit.
Menurutnya, orientasi utama dalam proses tersebut adalah memastikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien benar-benar diterapkan secara konsisten dalam praktik di setiap lini pelayanan.
“Menilai mutu rumah sakit bukan sekadar memeriksa tumpukan dokumen di atas meja, melainkan memastikan standar pelayanan berjalan konsisten secara nyata di setiap lini pelayanan,” tegasnya.
Dalam menghadapi proses akreditasi, jajaran direksi juga berkomitmen terlibat secara langsung dengan memantau kesiapan ruangan serta membangun komunikasi dengan jajaran manajemen dan para kepala ruangan.
Keterlibatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan berbagai standar pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan mutu dan keselamatan pasien, dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Direksi RSUD dr. Mohammad Zyn juga menekankan pentingnya sinergi seluruh jajaran rumah sakit. Seluruh unsur di lingkungan rumah sakit diharapkan bergerak bersama dan berada dalam satu komando dalam menghadapi proses akreditasi.
Langkah tersebut diarahkan untuk meraih sekaligus mempertahankan predikat kelulusan Paripurna atau bintang lima dari lembaga akreditasi rumah sakit.
Selain memenuhi proses akreditasi, pembenahan internal dan peningkatan mutu pelayanan tersebut juga disebut menjadi bagian dari visi kepemimpinan baru RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang di bawah Andy Andrian Hasan untuk menjadikan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit favorit dan pilihan masyarakat di Kabupaten Sampang maupun wilayah Madura secara luas.
Dengan pelaksanaan survei akreditasi ini, RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang diharapkan dapat terus memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan aspek keselamatan pasien menjadi bagian penting dalam setiap proses pelayanan rumah sakit.
Tim
