Pelayanan Turun ke Dusun, Warga Prajin Tak Lagi Harus Jauh-Jauh ke Balai Desa
Tintahukum.com||Sampang - Pelayanan pemerintahan desa yang langsung mendekat kepada masyarakat mulai dirasakan warga Dusun Prajin, Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Tak hanya melalui pembagian bantuan beras, kehadiran pelayanan desa terpadu di tingkat dusun membuat masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak menuju Balai Desa Banyumas untuk mendapatkan sejumlah pelayanan pemerintahan.
Pembagian bantuan beras kepada masyarakat Dusun Prajin berlangsung lancar. Namun, lebih dari sekadar distribusi bantuan, momentum tersebut memperlihatkan perubahan pola pelayanan publik: pemerintah desa hadir lebih dekat, di tengah masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan waktu, tenaga, bahkan biaya transportasi ketika membutuhkan pelayanan.
Sebelum pelayanan terpadu hadir di Dusun Prajin, warga harus mendatangi Balai Desa Banyumas untuk mengurus berbagai keperluan administrasi maupun ketika menerima bantuan sosial.
Bagi sebagian masyarakat, persoalan jarak bukan perkara sederhana. Ongkos perjalanan, keterbatasan kendaraan hingga kebutuhan mengatur waktu menjadi beban tambahan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kini, kondisi tersebut mulai dipangkas. Pemerintah Desa Banyumas menyiapkan kantor pelayanan desa terpadu di Dusun Prajin sebagai bentuk upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Dengan adanya pelayanan di tingkat dusun, warga dapat memperoleh akses pelayanan lebih mudah tanpa harus selalu datang ke pusat pemerintahan desa.
Ketua Dusun (Kadus) Prajin, Herman Efendi, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pelayanan yang hadir langsung di dusun memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, sekarang masyarakat Dusun Prajin tidak perlu lagi jauh-jauh ke Balai Desa Banyumas. Pelayanan sudah bisa dilakukan di dusun kami. Termasuk saat pembagian bantuan beras, warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk datang ke balai desa,” ujar Herman.
Ia menilai, keberadaan pelayanan di tingkat dusun bukan hanya memangkas jarak, tetapi juga menunjukkan bahwa pemerintah desa berupaya memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Ini sangat membantu masyarakat. Mereka bisa mendapatkan pelayanan lebih dekat, lebih mudah dan tidak harus memikirkan ongkos perjalanan. Kami berharap pelayanan seperti ini terus ditingkatkan agar masyarakat semakin merasa diperhatikan,” katanya.
Herman berharap pelayanan publik di Dusun Prajin tidak berhenti pada momentum pembagian bantuan, tetapi terus berjalan dan mencakup berbagai kebutuhan administrasi serta pelayanan pemerintahan lainnya.
“Semoga ke depan Desa Banyumas semakin baik, pelayanan semakin dekat dengan masyarakat dan program-program yang diberikan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Karena masyarakat tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga membutuhkan pemerintah yang hadir ketika mereka membutuhkan pelayanan,” pungkasnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pemerintah desa tidak cukup diukur dari berapa banyak program yang diluncurkan, tetapi dari seberapa dekat pemerintah hadir ketika rakyat membutuhkan. Sebab bagi masyarakat, pelayanan bukan soal gedung yang megah atau program yang ramai diumumkan—pelayanan adalah ketika pemerintah tidak membuat rakyat datang mencari, tetapi pemerintah hadir mendekati rakyat.
Penulis: Wirno
Editor : M. Sahidi
